Baru-baru ini di masyarakat marak terdapat fenomena yang membuat orang merasa ingin tahu dan merasa gelisah. Yaitu beberapa anak-anak setelah melalui suatu pelajaran dan pelatihan khusus, dapat melihat benda sambil menutup mata, membaca tulisan dan lain sebagainya.
Sehingga membuat banyak orang merasa bingung. Menuai berbagai macam reaksi ada yang sangat gembira, ada juga yang menganggap sebagai aliran sesat; juga ada yang menganggap sejenis tipu muslihat baru untuk menipu uang orang banyak.
Apakah sebenarnya kejadian seperti ini? Bila merupakan muslihat penipuan, mengapa tidak ada orang yang menguaknya? Bila benar-benar merupakan pengembangan daya otak, mengapa dengan menutup mata dapat melihat benda? Tidak menggunakan mata dapat melihat benda bukankah sebuah fenomena yang menyesatkan?
Untuk memahami fenomena ini, kita perlu terlebih dahulu dijelaskan oleh pendiri yang mengadakan pelajaran-pelajaran tersebut. Diantaranya adalah ahli teknologi ilmiah komputer Amerika serta ahli dari Asosiasi Spesialis Komputer Inggris (MACP) dan juga Pelatih dan Pelaksana Senior Sertifikasi Program Bahasa Internasional. Melalui penelitian lebih dari sepuluh tahun, mereka berhasil menggunakan teknologi komputer untuk membangkitkan fungsi potensial dari otak manusia.
Penelitian mereka dikhususkan untuk memperhatikan fungsi dari mid-brain terletak ditengah-tengah otak kiri dan otak kanan. Fungsi dari midrbrain adalah sebagai jembatan antara otak kiri dengan otak kanan; dalam kondisi tertidur, interbrain manusia tidak dapat berkembang secara maksimal. Oleh karenanya, fungsi interaktif antara otak kiri dan otak kanan mengalami keterbatasan.
Saat ini, banyak ahli meneliti bagaimana membantu keseimbangan operasional otak kanan dan otak kiri. Dari penelitian selama 25 tahun terakhir, terdapat 15 orang yang memperoleh hadiah Nobel dari penelitian terhadap daya otak. Dalam pelatihan dilakukan berbagai pelajaran yang berbeda; seperti mental-aritmatik, pengembangan seluruh otak dan lain sebagainya. Yang mana beberapa hal tersebut merupakan hasil dari penelitian. Tujuannya semua adalah untuk membantu menyeimbangkan penggunaan otak kanan dan otak kiri serta menggali potensi daya otak; yang mana hasilnya berbeda-beda.
Sebuah penemuan yang baru adalah metode yang berbeda dengan lainnya. Berdasarkan ilmu psikologi yang luar biasa, teknik kegeniusan mutakhir, neurolinguistik, ilmu komunikasi, ilmu tingkah laku dan lain sebagainya serta menggunakan teknologi komputer ilmiah mutakhir, dalam waktu yang sangat pendek yaitu satu setengah hari, dapat berhasil mengaktifkan midbrain anak-anak.
Hal ini merupakan sebuah prestasi yang dikagumi oleh orang-orang di luar dan di dalam negeri dan juga merupakan kehormatan bagi umat manusia modern. Umumnya, setelah midbrain diaktifkan, daya ingat mereka dapat meningkat, daya konsentrasi membaik; daya kreasi bertambah, gerakan kinetik juga menjadi lebih baik, hormon menjadi seimbang, serta emosi menjadi stabil dan lain sebagainya. Aktivasi ini sangat jelas terlihat hasilnya bagi anak hiperaktif maupun anak dengan daya ingat yang lemah.
Melalui teknik “Genius Mind”, pelatihan ini disebarluaskan; yang dinamakan dengan “Metode Belajar Midbrain”. Berdasarkan penjelasan para ahli, setelah midbrain diaktifkan, midbrain akan dapat mengeluarkan gelombang otak untuk merasakan dan bereaksi terhadap benda-benda diluar. Dapat dikatakan juga bahwa dengan menutup mata, masih dapat mengenai benda-benda, huruf, warna dan lain sebagainya. Jadi, dengan pelajaran dan pelatihan selama satu setengah hari, akan dapat membantu anak “melihat” dengan menutup mata.
PERBEDAAN DASAR FUNGSI OTAK KANAN & KIRI
Dunia medis di jaman dahulu menganggap bahwa perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri tidaklah besar. Namun, pada saat ini, perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan tidak hanya menjadi pengetahuan yang diakui bersama oleh para praktisi medis pada umumnya, tetapi juga menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan yang khusus diteliti.
Fungsi otak kiri adalah untuk berpikir nalar, analisa, kemampuan berbahasa dan kemampuan menghitung. Dapat dikatakan juga bertanggung jawab terhadap IQ seseorang. Seseorang dengan kecenderungan otak kiri yang lebih dominan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati, sombong dan lain sebagainya. Otak kanan bertanggung jawab dalam emosi, daya intuisi, daya kreasi, kesenian, kemampuan refleksi, daya ingat, kepribadian dan lain sebagainya. Yaitu bertanggung jawab terhadap emosi (EQ). Seseorang dengan kecenderungan otak kanan yang lebih dominan cenderung dapat lebih berperasaan serta kurang kemampuan manajerial.
Pendidikan saat ini kebanyakan lebih mengutamakan otak kiri. Sehingga mengakibatkan banyak orang tidak percaya adanya indera intuisi, daya prediksi dan kemampuan perspektif yang merupakan gejala umum dimana fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri.
Tetapi, setelah midbrain diaktifkan, fungsi dari otak kanan dan otak kiri dapat berjalan secara seimbang. Otak kiri tidak lagi menekan otak kanan. Kemampuan prediksi, daya ingat, kesenian dan kemampuan refleks tidak hanya menjadi berkembang, tetapi kemampuan manajerial dan pemahaman mereka juga dapat terpelihara. Orang seperti ini akan lebih memiliki rasa cinta kasih, lebih mencintai orang tua sendiri, termasuk orang yang lebih tua, memiliki kecerdasan dan kerukunan. Memulihkan potensi awal yang semestinya dimiliki oleh umat manusia.
BAGAIMANAKAH MIDBRAIN DIAKTIFKAN?
Di masyarakat, terdapat berbagai metode dalam mengaktifkan midbrain; masing-masing metode memiliki hasil yang berbeda-beda. GMC menggunakan teknologi komputer yang modern; mengaktifkan midbrain melalui kolaborasi dan kemanjuran musik, audio dan lain sebagainya. Dengan prinsip ini, dilakukan pelatihan terhadap janin dengan menggunakan musik “Mozart”. Laporan menyebutkan bahwa setelah bayi lahir, lebih cerdas serta lebih cepat belajar dibanding dengan bayi lainnya.
Letak perbedaannya adalah bayi yang telah tumbuh sekarang telah menjadi anak-anak; jadi, musik atau suara yang digunakan perlu lebih kuat beberapa kali dari musik Mozart. Yang lebih membanggakan adalah: metode yang digunakan oleh GMC memiliki tingkat keberhasilan mencapai 70-80%.
PERANAN ORANGTUA
Bila ingin membantu anak mengembangkan fungsi midbrain, peranan orangtua tidak boleh diabaikan. Midbrain memerlukan perasaan aman dan landasan kepercayaan diri dalam mengaktifkan dan mengembangkannya. Perasaan aman dan percaya diri dalam diri anak berasal dari perlakuan ayah dan ibunya. Dari segi bahasa, ayah dan ibu menentukan kata-kata anak; hasil yang dicapai juga jauh lebih efektif daripada banyak perkataan yang diucapkan oleh orang lain. Oleh karenanya, ayah dan ibu harus memprioritaskan belajar perkataan yang terpuji dan pasti.
Kedua, perlu menyisihkan waktu sedikitnya 20-30 hari untuk membantu anak berlatih. Setiap hari hanya memerlukan latihan selama 15-30 menit. Banyak orangtua yang beranggapan karena kesibukan hidup tidak memiliki waktu untuk mendampingi anak berlatih. Tetapi, bila dihitung anak saling berhubungan dengan orang tuanya seumur hidup misalnya hingga usia 18 tahun, maka 30 hari hanyalah 0.45% dari seluruh waktu tersebut. Bila dalam 30 hari tersebut dapat membuat anak seumur hidup memperoleh manfaat, mengapa tidak bersedia meluangkannya? Apalagi dalam satu hari hanyalah memerlukan waktu yang pendek yaitu 15-30 menit saja.
LANGKAH PERKEMBANGAN POTENSI OTAK
Langkah aktivasi midbrain secara sederhana dapat dibagi menjadi dua bagian – yaitu masa kestabilan awal dan masa pendalaman perkembangan.
1. Masa Kestabilan Awal
Setelah mengikuti pelajaran selama satu setengah hari, midbrain anak akan teraktivasi. Anak dapat merasa sangat gembira juga sangat menarik. Para orang tua juga dapat merasakan kemampuan anak mereka menjadikan mereka merasa bangga. Sangat bersemangat karena ini merupakan penemuan yang baru. Tetapi, ini hanyalah titik awal. Anak-anak dapat melupakan bagaimana mereka memasuki kondisi jalannya midbrain.Lama-kelamaan, sanggup menjadikan midbrain kembali dalam kondisi tertidur dan “tidak melihat”.
Jadi, memerlukan latihan setiap hari hingga stabil. Yang dimaksud dengan stabil adalah anak-anak dapat sewaktu-waktu melakukan menutup mata sambil mengenal warna, mengenal huruf, membaca, mengenali benda-benda dan lain sebagainya. Disaat mereka tidak mudah kehilangan kemampuan mereka. Kecuali dalam jangka waktu lama tidak digunakan.
2. Masa Pendalaman
Banyak orang tua berhenti bila mencapai masa stabil. Karena mereka tidak mengetahui bahwa anak masih memiliki potensi yang menunggu untuk dikembangkan. Seorang anak yang benar-benar menggunakan midbrain memiliki karakter yang seimbang, hubungan antar manusia yang baik, suka menolong orang, pandai bergaul, prestasi belajar menonjol dan lain sebagainya. Dan juga, mereka juga dapat menggunakan kemampuan “Extra Sensory Perception / ESP”. Misalkan, mereka dapat memprediksi cuaca besok pagi sehingga dapat merencanakan bagaimana bila keluar rumah.
Potensi ini memerlukan latihan penggunaan midbrain yang terus-menerus dari si anak; dari menutup mata yang dasar berlatih kemampuan menembus pandang; hingga tidak perlu menutup mata, hanya menutup mata dalam berlatih kemampuan menembus pandang; kemudian hingga membuka mata dalam berlatih kemampuan menembus pandang; hingga mencapai indera extra sensory.
Pada akhirnya memasuki target dominasi dengan midbrain; memulihkan potensi awal yang seharusnya dimiliki umat manusia. Inilah yang disebut dengan talenta; sehingga mereka berubah menjadi manusia baru dalam jaman modern ini.
HUBUNGAN ANTARA “METODE BELAJAR MENUTUP MATA” & “METODE BELAJAR MIDBRAIN”
Nama “Metode Belajar Menutup Mata” diambil dari sebuah fenomena yang dapat dihasilkan setelah midbrain diaktifkan. Berarti bahwa anak tersebut dapat belajar dengan menutup mata. Tetapi bila ditambah sebuah kata “metode”, maka artinya sama sekali berbeda. “Metode Belajar Menutup Mata” memberikan kesan yang salah bagi banyak orang; bahkan ada beberapa yang salah mengartikan.
Banyak orangtua menanyakan bahwa anak memiliki mata kenapa tidak digunakan malahan belajar sambil menutup mata; sepertinya agak melawan alam atau aliran sesat. Arti yang dimaksudkan adalah “metode” “belajar menutup mata” ini cukup efektif; semenjak itu, anak tidak perlu menggunakan mata dalam belajar; bahkan “memejamkan mata” dalam menjalani hidupnya.
Sebenarnya, tujuan akhir setelah midbrain diaktifkan bukanlah meminta orang untuk belajar sambil menutup mata atau memejamkan mata dalam menjalani hidup, tetapi membantu anak-anak memasuki kondisi terbimbing mifbrain. Sehingga mereka dapat secara seimbang menggunakan otak kanan dan otak kiri serta mengembangkan potensi terbesar dari daya otak.
Memejamkan mata membantu anak memasuki interbrain. Setelah terbiasa menggunakannya, tidak perlu menutup mata juga dapat menggunakan midbrain; yaitu dengan membuka mata juga dapat mengembangkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri; sehingga otak kanan dan otak kiri berkembang secara seimbang
Apa itu Brainwave Entrainment?
Sebelum membahas Brainwave Entrainment, Anda perlu tahu tentang brainwave itu sendiri. Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut gelombang otak atau brainwave.
Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan elektronik yang disebut EEG atau Electroencephalograph. Hasil pengukuran EEG menunjukkan bahwa gelombang otak manusia terdiri dari gelombang Delta (1-4 Hz), Theta (4-7 Hz), Alpha (8-12 Hz), Beta (12-20 Hz), High Beta (20-40 Hz) dan Gamma (40 Hz +). Pola gelombang otak berubah mengikuti aktivitas mental yang sedang terjadi di otak. Jadi kita bisa mengetahui apakah seseorang sedang santai, konsentrasi, bersemangat, stress, depresi atau punya gangguan mental dengan mengamati pola gelombang otaknya.
Brainwave Entrainment adalah metode perangsangan aktivitas otak dengan gelombang suara berfrekuensi tertentu. Tujuannya adalah agar pola gelombang otak Anda berubah sesuai yang diharapkan. Berubahnya pola gelombang, maka berubah juga aktivitas yang terjadi di otak Anda. CD Aktivasi Otak berisi gelombang suara dengan frekuensi dan pola tertentu untuk merangsang otak Anda agar berfungsi secara maksimal.
Apakah Bisa Dibuktikan Secara Ilmiah?
EEG Brain Mapping punya beberapa elektroda yang ditempelkan di kepala untuk menangkap gelombang listrik dari otak. Elektroda tersebut kemudian dihubungkan ke mesin EEG untuk dianalisa dan diolah menjadi data digital. Kemudian gelombang listrik yang sudah diolah menjadi data digital disalurkan ke komputer / laptop. Dengan software Brain Mapping System di komputer akan tampak pola gelombang otak orang yang sedang diperiksa aktivitas otaknya.
Di bawah ini adalah gambar ilustrasi hasil pengamatan pola gelombang otak dengan EEG Brain Mapping sebelum dan sesudah Aktivasi Otak.
Pola gelombang otak yang kacau sehingga otak tidak bisa berfungsi maksimal dan boros energi. Kemampuan berpikir, konsentrasi dan daya ingat menurun drastis. Anda menjadi mudah lelah, kurang semangat atau mengantuk karena tidak ada efisiensi energi.
Setelah menggunakan CD Aktivasi Otak selama 30 menit.
--->
Pada saat dan setelah menggunakan CD Aktivasi Otak, pola gelombang otak menjadi teratur dan seimbang antara otak kiri dan kanan, sehingga otak bisa berfungsi maksimal. Anda menjadi orang yang bersemangat dan penuh energi. Terjadi peningkatan konsentrasi, memori, kemampuan berpikir dan kemampuan memahami.
Apa Saja Manfaat Aktivasi Otak?
Dengan aktifnya otak Anda, kualitas hidup Anda secara keseluruhan menjadi lebih baik. Manfaat CD Aktivasi Otak sangat banyak. Yang kami sebutkan di bawah ini hanya beberapa manfaat utama yang sudah pasti dirasakan oleh pengguna CD Aktivasi Otak.
1. Mengaktifkan dan memaksimalkan fungsi otak secara keseluruhan.
2. Sinkronisasi otak kiri dan otak kanan.
3. Mengasah kemampuan otak kanan dan otak kiri secara seimbang.
4. Meningkatkan konsentrasi.
5. Memperkuat daya ingat dan mencegah kepikunan dini.
6. Menjadi lebih kreatif dalam mencari ide atau memecahkan masalah.
7. Memunculkan semangat, motivasi dan meningkatkan energi.
8. Efisiensi energi (Membuat Anda tidak cepat lelah).
9. Meningkatkan daya tangkap (kemampuan memahami).
10. Mempertajam kemampuan berpikir analitis.
11. Merangsang kecerdasan emosional (EQ).
12. Meningkatkan kecerdasan spiritual (SQ).
13. Meningkatkan kemampuan relaksasi.
14. Membuat tidur lebih nyenyak dan berkualitas.
15. Menjaga keseimbangan hormon agar Anda lebih sehat.
16. Emosi lebih stabil dan terkendali.
17. Mengatasi sakit kepala dan migrain.
18. Menghilangkan stress dan agar Anda tidak mudah stress.
19. Membantu mengatasi kesulitan belajar bahasa.
20. Menunda penuaan otak.
Apakah Bisa Melihat Dengan Mata Tertutup?
Mungkin Anda sudah pernah mendengar ada suatu lembaga yang menawarkan pelatihan Aktivasi Otak Tengah untuk anak-anak. Konon setelah mengikuti training selama 2 hari untuk aktivasi otak tengah, hasilnya adalah seorang anak bisa melihat dengan mata tertutup dan menjadi genius.
Sampai sekarang, Training Aktivasi Otak Tengah masih menjadi pro-kontra. Ada yang mendukung dan mengklaim aktivasi otak tengah adalah benar. Namun ada pula yang kontra, terutama dari kalangan dokter saraf yang mengatakan bahwa aktivasi otak tengah itu tidak ilmiah. Kami tidak berkomentar apapun mengenai Training Aktivasi Otak Tengah tersebut. Kami hanya ingin menjawab pertanyaan ini: "Apakah CD Aktivasi Otak dari AktivasiOtak.com bisa memunculkan kemampuan melihat dengan mata tertutup?".
Jawabannya adalah TIDAK. CD Aktivasi Otak bukan untuk membuka mata batin, bukan untuk mengaktifkan indra ke-enam dan bukan untuk memunculkan kemampuan melihat dengan mata tertutup. CD Aktivasi Otak yang kami tawarkan tidak sama dan tidak ada hubungannya dengan Aktivasi Otak Tengah dari lembaga lain. CD Aktivasi Otak dibuat untuk usia 13-60 tahun, bukan untuk anak-anak seperti Aktivasi Otak Tengah. Oleh karena itu CD ini sering disebut sebagai cara mengaktifkan otak orang dewasa.
CD Aktivasi Otak berguna untuk meningkatkan kemampuan otak yang wajar dan normal seperti meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kreativitas dan kemampuan memahami. CD Aktivasi Otak tidak menawarkan kemampuan yang aneh-aneh seperti paranormal. Namun bila Anda ingin tahu bagaimana para pesulap bisa membaca dan mengemudi dengan mata tertutup, kami berikan rahasianya secara gratis.
B
Cara Mengaktifkan Otak Tengah Untuk Orang Dewasa
Leave a reply
Mengaktifkan otak tengah untuk orang dewasa secara efektif memiliki banyak sekali keuntungan yang sangat berguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Aktivasi otak tengah memungkinkan manusia untuk melakukan perbaikan yang luar biasa dalam pertunjukan pribadi dan profesional mereka. Sebagai manusia yang terus melalui ruang dan melalui waktu, peran dominan keadaan pergeseran pikiran dari alam bawah sadar ke sadar bagi orang dewasa jauh lebih besar. Kondisi ini menyebabkan akses dan menilai ke dalam alam bawah sadar lebih sulit untuk orang dewasa. Sementara bagi sebagian orang percaya otak tengah tidak diperlukan untuk anak-anak yang memungkinkan mereka untuk tumbuh dan matang dengan aliran alami dan pergeseran dari penekanan dalam alam pikiran mereka.
Otak tengah yang juga disebut mesencephalon merupakan daerah kecil dari otak yang berfungsi sebagai pusat pendengaran, relay visual dan sistem motor informasi. Otak tengah terletak di atas batang otak manusia. Otak tengah bertanggung jawab untuk persepsi rangsangan dan komunikasi selanjutnya dengan belahan otak kanan dan kiri untuk memproses informasi perseptif ini. Biasanya sebagai bagian dari pusat-pusat otak yang lebih rendah otak tengah tidak tunduk pada suatu kesadaran individu. Dr Makoto Shichida yang mengabdikan diri lebih dari 40 tahun penelitian ke dalam fungsi otak , benar-benar menggunakan istilah ” Interbrain ” rathe dari Otak tengah. Kami akan tetap dengan penggunaan istilah ” Otak tengah ” karena hal ini telah dipopulerkan oleh perkembangan terakhir .
Dalam otak manusia ada bagian yang disebut otak tengah yang terletak di antara belahan otak kiri dan kanan. Otak tengah manusia yang terletak di pusat otak memiliki hubungan yang mengonsolidasikan fungsi masing-masing bagian otak. Hal ini juga memungkinkan pekerjaan masing-masing file otak untuk muncul ke kesadaran. Otak tengah bertindak sebagai semacam menara kontrol kesadaran dan dilengkapi dengan kecerdasan yang sangat canggih, sehingga pengaktifan otak tengah bagi orang dewasa sangat penting sekali. Jika seseorang mengembangkan otak tengah, ia akan memperoleh memori yang akan memungkinkan seseorang untuk tidak pernah lupa apa yang pernah dilihat atau didengar meskipun hanya sekali. Otak tengah ini bertugas mengontrol seluruh organisme manusia termasuk jeroan. Sekali Anda belajar bagaimana untuk mengakses otak tengah, Anda bisa menjadi manusia yang super. Dalam rangka untuk membangkitkan bagian otak, perlu untuk merangsang keluarnya hormon dengan mengirimkan getaran khusus.
Jadi apa yang dimaksud dengan mengaktifkan otak tengah ?
Sebagaimana dinyatakan dalam paragraf sebelumnya, otak tengah harus dibangunkan dengan merangsang keluarnya suatu cairan hormonal. Dalam tubuh manusia , cairan hormonal yaitu kelenjar pituitari yang mengatur sekresi hormon dan fungsi ini harus dibangunkan. Untuk membangunkan hormone tersebut, perlu untuk mengaktifkan tetangga tubuh pineal. Tubuh pineal mengeluarkan dua hormon yaitu melatonin dan serotonin. Sekresi melatonin meningkat dalam kondisi gelap dan menurun ketika kondisi cerah. Serotonin dikatakan sangat erat kaitannya dengan evolusi spesies dan memiliki kapasitas untuk meningkatkan kecerdasan otak kanan. Otak tengah bertanggung jawab sebagai media komunikasi antara belahan Otak kiri dan otak kanan.
Sebagai individu yang bertambah tua, otak memiliki kecenderungan untuk secara otomatis menetapkan satu belahan otak menjadi lebih dominan dalam melakukan tugas tertentu, yaitu suatu proses yang dikenal sebagai lateralization. Proses mengaktifkan otak tengah membalikkan tren ini dan memungkinkan kita untuk menggunakan otak kita lebih efisien sehingga kemampuan kognitif akan semakin meningkat.
AKTIVASI OTAK TENGAH
OTAK TENGAH
Otak tengah adalah suatu bagian dari otak yang paling rumit fungsi dan rangkaiannya. Otak ini berfungsi sebagai ‘master controller’. Kegunaannya secara garis besar adalah mengontol kegiatan otak kanan dan kiri. Otak tengah manusia mempunyai disain awal aktif. Otak ini menjadi tidak aktif karena pengaruh kebudayaan manusia dan pikiran logika. Binatang tidak mempunyai logika, sehingga menggunakan otak tengah dengan intensitas yang cukup tinggi. Setelah otak tengah akan diaktivasi, maka seluruh bagian otak (otak kanan dan kiri) akan diatur untuk bekerja sama. Selama ini kita mungkin sering mendengar seorang akan adalah dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Hal ini disebabkan karena otak tengahnya tidak aktif. Seorang anak dengan otak tengah yang aktif akan mempergunakan kedua belah otak tersebut dengan lebih baik dan menyeluruh. Akibat yang diharapkan dengan aktifnya otak tengah adalah :
• Konsentrasi yang lebih baik (karena melihatkan lebih banyak bagian otak)
• Daya Ingat yang meningkat (penyelidikan dari Jepang menyatakan, secara teori memori meningkat 1 juta kali)
• Tingkat kestabilan emosi yang lebih baik / stabil
• Pengaturan hormon lebih baik (karena otak tengah adalah bagian otak untuk regulasi hormon)
• Pengontrolan daya kinetik (gerakan) lebih baik
• Daya tangkap yang lebih tinggi (karena untuk mengerti sesuatu, anak dapat menggunakan kedua belah otak, bukan hanya logika saja)
• Loving Intelligence yang lebih tinggi (kecenderungan kuat untuk mengasihi orang lain, termasuk orang tua. kemampuan ini juga yang mengarahkan anak untuk menggunakan kemampuannya untuk kebaikan)
Pada training aktivasi, dilakukan aktivasi awal dari otak tengah anak. Tanda bahwa otak tengah sudah aktif adalah kemampuan melihat dengan mata tertutup. Hal ini bisa terjadi karena otak tengah menjadi aktif dan mengeluarkan gelombang otak dengan intensitas yang lebih tinggi dari sebelumnya. Gelombang otak ini terpancar keluar, memantul, lalu ditangkap lagi oleh berbagai indera anak, termasuk tangan, hidung, telinga, juga oleh otak tengah itu sendiri. Gelombang otak ini yang dapat berjalan menembus bebagai media (termasuk tembok), seperti layaknya gelombang suara. Jadi kemampuan dengan dengan mata tertutup adalah sekedar tanda bahwa otak tengah sudah aktif. kemampuan tersebut bukanlah kemampuan yang dikejar secara khusus. Bagaimana kemampuan otak tengah selanjutnya tergantung latihan si anak. Otak tengah yang telah aktif justru akan membuat anak lebih ‘baik’. mereka tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat curang. Banyak cerita dari anak-anak yang telah diaktivasi, mereka menjadi lebih memperhatikan orang lain, bukan hanya dirinya sendiri. Apakah anak akan mempergunakan kemampuannya untuk menyontek ? Pertanyaan bagus. Jika anak tidak memiliki kesulitan dalam belajar, kelihatannya mereka akan lebih suka menjawab pertanyaan dengan pengetahuan yang ada di otak mereka, daripada menyontek. Tetapi jika ternyata si anak telah mengembangkan memory fotografis (tingkat penggunaan memory yang tinggi, membutuhkan latihan untuk mempergunakannya), dia akan dapat ‘menyontek’ catatan dari dalam otaknya. Tetapi apakah ini menyontek? Dan siapa yang dapat melarangnya? Sudah mulai banyak cerita tentang anak yang daya ingatnya meningkat tinggi. Felicia dari Bandung cukup membaca bahan ulangan IPA kelas 4 SD sebanyak 198 halaman 1 kali saja, dan dia mendapat nilai 97 (hanya salah 1). Sebelum aktivasi otak tengah, kemampuan ini tidak dimilikinya.
Aktivasi Otak Tengah
Aktivasi otak tengah adalah suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.
Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).
Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.
Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.
Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.
Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.
Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.
Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.
Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja.
Aktivasi Otak Tengah Untuk Dewasa
Sampai saat ini hanya otak tengah anak (usia 5 – 12 thn) saja yang dapat diaktivasi dengan tingkat kesuksesan yang tinggi. Ada apa dengan anak usia di bawah 5 tahun dan di atas 12 tahun? Bagaimana dengan aktivasi otak tengah untuk dewasa?
Usia dibawah 5 tahun.
Anak di bawah usia 5 tahun masih agak sulit untuk memberikan feed back yang akurat. Mereka juga masih agak sulit melaksanakan instruksi yang kompleks. Anak-anak ini masih membutuhkan perhatian ekstra. Itu sebabnya ada istilah balita (bawah lima tahun). Untuk anak di bawah usia 5 tahun dipersilahkan menunggu dulu sampai mereka ‘cukup umur’. Aktivasi otak tengah akan ada terus di Indonesia. Jadi jangan kuatir tidak mendapat kesempatan.
Usia antara 12-15 tahun.
Pada rentang usia ini anak sudah agak sulit di arahkan. Mereka membutuhkan motivasi tertentu untuk melakukan sesuatu. Jika mereka sudah mempunyai suatu pendiria, sulit untuk di ‘bujuk. Usia di bawah 12 tahun masih lebih mudah diarahkan dengan mempergunakan hadiah, atau acara yang menarik. Untuk anak usia 12-15 tahun ini dibutuhkan faktor motivasi. Jika anak sudah mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengaktifkan otak tengahnya, maka akan menjadi lebih mudah. Kesulitan kedua adalah rentang usia ini mulai terjadi peralihan ke dewasa. Mereka malu untuk bertindak seperti anak-anak, tetapi masih belum bisa bertindak seperti dewasa. Ada banyak kemungkinan mereka tidak mau ikut ‘goyang’ pada saat lagu anak-anak dibunyikan. Hanya anak-anak yang mau menerima dengan sungguh-sungguh saja yang dapat diaktifkan otak tengahnya.
Usia di atas 15 tahun.
Sekerang ini penelitian untuk dewasa sudah mencapai tahap akhir, dalam waktu dekat akan di umumkan aktivasi untuk dewasa. Tetapi karena kesibukan menangani anak-anak, maka prioritas saat ini masih untuk anak-anak terlebih dahulu. Kemungkinan besar program untuk dewasa akan dimulai tahun 2012 (Tenang kiamat masih belum terjadi kok di tahun itu).
Renungan untuk sesuatu yang kita pikir tidak mungkin.
Mengapa otak tengah anak lebih mudah di aktivasi dari pada otak tengah orang dewasa? Ada banyak faktor. Otak manusia ada dalam tahap perkembangan sampai umur 15 tahun. Percaya atau tidak, umur 20 tahun otak manusia sudah masuk dalam taraf degenerasi. Mulai umur 20 tahun sel-sel otak akan mulai menurun fungsinya. Aktivasi otak tengah ini memprogram otak tengah pada saat otak ada dalam masa pertumbuhan.
Ada alasan lain mengapa tingkat kesulitan aktivasi otak tengah untuk orang dewasa lebih tinggi. Pola pikir yang sudah terbentuk dan sulit diubah. Apakah anda pernah berusaha meyakinkan seorang dewasa tentang sesuatu yang dia tidak percaya ? Sukar bukan ? Coba lakukan ini pada anak 6 atau 9 tahun! Mana yang lebih mudah ? Jangankan mempengaruhi orang lain, saya sendiri saja sulit untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa ternyata anak saya dapat melihat dengan mata tertutup. Setelah otak tengahnya di aktivasi, dia dapat melihat dengan mata tertutup. Saya tidak berani memperlihatkan kemampuan anak ini kepada orang lain. Karena saya sendiri setelah melihatnya setiap hari masih tetap tidak percaya dengan apa yang saya lihat.
Salah satu cara yang diajarkan pada saat aktivasi otak tengah adalah membuat otak anak tersebut terbuka untuk menerima hal yang dirasa tidak mungkin. Jika seorang anak yakin bahwa dia tidak akan dapat melihat dengan mata tertutup, maka dia benar. Dia tidak dapat melihat dengan mata tertutup. Jika kita berpikir bahwa kita tidak akan dapat menjadi juara lari 100 M dunia, maka kita benar ! Tetapi jika kita berpikir bahwa kita dapat menjadi juara lari 100 M, maka kita juga benar. Jadi kembali pada pola pikir kita.
Apakah anda pernah mendengar cerita gajah sirkus yang mati terbakar pada saat tenda sirkus terbakar ? Gajah besar tersebut kakinya hanya diikat dengan tali kecil yang diikatkan seadanya pada sebuah pasak kecil. Hal ini dapat terjadi karena pola pikir gajah tersebut telah diprogram sejak kecil. Pada waktu kecil gajah tersebut diikat dengan rantai besar pada sebuah pasak yang tertanam kuat. Setelah beberapa tahun berusaha menarik rantai tersebut tanpa hasil, maka gajah kecil tersebut “Sadar” bahwa dia tidak akan dapat memutuskan rantai pengikat kaki, walaupun dia berusaha sekuatnya. Pola pikir ini menjadi “kebenaran” dalam otaknya. Walaupun kakinya diikat dengan tali kecil yang secara teknis dapat diputuskan, “Mental Blok” yang ada dalam otaknya – lah yang mematikan memampuan dia memutuskan tali kecil di kakinya.
“Mental Blok” pada orang dewasa-lah yang paling banyak menghalangi aktivasi otak tengah ini. Mungkin ada baiknya kita coba berpikir jernih untuk dapat meruntuhkan “Mental Blok” ini. Apapun yang kita yakini adalah suatu kebenaran untuk diri kita sendiri. Karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Beberapa orang tetap tidak percaya bahwa seorang anak dapat melihat dengan otak tengahnya. Mereka meyakini pasti ada campur tangan dari dunia supra natural atau faktor dunia kegelapan lain. Jangan berkonfrontasi dengan mereka, karena mereka mempunyai “Kebenaran mereka sendiri”. Ajak lah mereka makan dan bicarakanlah hal-hal lain. Hubungan kita dengan mereka jauh lebih penting dari pada kita “membela” kebenaran otak tengah. Aktivasi otak tengah adalah suatu fakta. Jika ada seseorang yang tidak percaya bahwa ternyata bumi lah yang mengitari matahari (bukan matahari yang mengitari bumi). Hargailah pendapat mereka. Dan berteman lah dengan mereka. Barangkali kita dapat menolong mereka di kemudian hari jika mereka mengalami kesulitan.
Kembali di tahun 1983 ketika saya memutuskan untuk masuk jurusan “Informatika” yang mempelajari komputer. Ada banyak buku pada saat itu yang mengatakan bahwa komputer adalah alat si jahat untuk mengendalikan manusia. Yah . . . sekarang saya dengan senang hati menolong mereka ketika komputer mereka “Hang”, tanpa mengungkit-ungkit lagi pendapat mereka 25 tahun yang lalu.
Loving Intelligence yang tinggi adalah sesuatu keuntungan dari otak tengah yang aktif. Jika kita sementara ini masih belum bisa mengaktifkan otak tengah kita, bagaimana jika kita mencoba mengasah Loving Intelligence kita, sehingga hidup kita lebih berarti.
Selamat mendidik anak anda,
Penggunaan Suara dalam Pengaktifan Otak Tengah
Saat ini pengaktifan otak tengah mempergunakan 3 cara dengan kombinasi yang telah dirancang khusus untuk anak 5-12 tahun. 3 Cara tersebut adalah gerakan tubuh, penglihatan dan pendengaran. Berdasarkan penelitian yang terbaru ternyata setiap jenis gelombang mempengaruhi bagian otak yang berbeda. Setiap jenis gelombang suara akan menghasilkan efek yang berbeda. Ingatkah kita akan percobaan dengan tanaman jika di berikan suara musik klasik sementara tanaman yang sama di ekspose dengan musik rock? Tanaman yang diberikan musik klasik ternyata dapat bertumbuh dengan lebih baik. Demikian juga otak ank-anak.
Penggunaan suara yang berbeda akan menghasilkan efek yang berbeda pada setiap orang.Penelitian mengenai efek gelombang suara dan otak dilakukan secara serius di Malaysia. Tentu saja gelombang yang dibutuhkan untuk mengaktifkan otak dari orang dewasa berbeda dengan gelombang yang dibutuhkan untuk mengaktifkan otak anak. Contohnya dapat kita lihat pada lagu. Lagu anak-anak merupakan kombinasi sederhana dari not, dan memungkinkan anak untuk berteriak. Anak-anak dapat mentoleransi suara teriakan lebih baik dari pada orang dewasa. Lagu anak-anak yang mendesah-desah tidak akan menarik perhatian anak. Sementara lagu dengan banyak teriakan akan mengganggu orang tua.
Penelitian yang dilakukan oleh GMC International menyatakan bahwa bahaya sekali meng-expose anak dengan suara yang tidak diketahui efeknya.Semua gelombang suara yang dipergunakan oleh GMC (Genius Mind Consultancy), ditujukan untuk memberi sinyal yang berbeda pada anak. Sinyal suara tersebut merangsang bagian otak yang mengatur keseimbangan hormon, dan kecenderungan perilaku.
Efek suara terhadap karakter / tingkah laku sudah banyak diketahui oleh masyarakat. Ada jenis musik / suara yang akan meningkatkan konsentrasi kita. Sementara ada juga musik / suara yang akan membuat kita relax dan tidur. Sementara ada jenis musik yang bisa membangkitkan semangat. Ada pula jenis musik yang akan menghasilkan orang-orang yang kalap dan merusak.
Jenis lagu dan suara yang dipergunakan dalam aktivasi GMC ditujukan untuk merangsang sisi baik dari otak. Tetapi jika musik / suara ini di reproduksi (direkam ulang), maka pasti ada beberapa frekuensi penting yang terpotong dan berubah. Kita tentu dapat membedakan mana musik asli dari suatu kaset, dan mana musik hasil rekaman generasi 1 atau 2. Setiap usaha reproduksi pasti akan mempengaruhi kualitas suara. Jika suara tersebut tidak ditujukan untuk merangsang otak, maka tidak menjadi masalah. Tatapi jika suara/ lagu tersebut ditujukan untuk mempengaruhi otak secara langsung, jangan coba-coba untuk melakukannya. Jika suara tersebut tidak merangsang otak secara seimbang, maka efeknya dapat menjadi buruk
Sekarang ini di pasaran beredar banyak lagu / suara untuk berbagai kebutuhan otak. Yakinkan anda mendapatkanya dari sumber yang asli. Jangan membeli rekaman / reproduksi dari lagu / suara tersebut. Apalagi jika anda memilih untuk mengaktifkan otak anak anda (atau anda sediri?, tunggu 2 tahun lagi!), yakinkan anda menghubungi penyelenggara aktivasi otak tengah yang memang mengkhususkan diri untuk hal tersebut.
Masa Transisi setelah Aktivasi Otak Tengah
Aktivasi otak tengah akan menyebabkan terjadinya perubahan cara kerja otak. Dengan otak tengah yang relatif lebih aktif dari pada sebelumya, terjadi juga pergeseran keseimbangan hormon. Perubahan ini seringkali belum bisa di atasi oleh anak. Anak-anak ini terlihat lebih sensitif dan mudah ngambek. Janganlah kuatir tentang hal ini. Mereka sedang ada dalam tahap transisi menjelang berubahnya pola kerja otak. Tetaplah sabar dan jangan menyinggung perasaan mereka. Maklumilah mereka karena ini bukanlah karakter yang akan berlangsung selamanya. Mereka akan menjadi lebih stabil dalam 1 – 2 minggu. Ada juga beberapa anak yang mengalami hal ini sampai 1 bulan.
Hal lain yang sering juga dialami adalah meningkatnya suhu tubuh. Peningkatan ini menunjukan perubahan fisik otak yang menyebabkan metabolisma tubuh meningkat. Tidak perlu kuatir tentang peningkatan suhu tubuh ini. Terangkan kepada anak bahwa mereka perlu meminum banyak air tawar. Buatlah agar anak senang minum. Anak perlu minum sekitar 2 liter perhari. Kita bisa sediakan 4 botol air seukuran 500 ml. Jika mereka dapat menghabiskan seluruh air itu, maka berilah hadiah kecil (seperti pinsil atau penghapus). 4 botol ini dapat disebar disekeliling dia, seperti di tas sekolah, pinggir tempat tidur, meja belajar, di mobil dll. Setiap kali anak melihat botol tersebut, maka anjurkan mereka untuk menghabiskannya. Tentu saja orang tua juta perlu memberikan contoh. Untuk dewasa sebaiknya kita minum 3 liter / har
CARA MENGAKTIFKAN OTAK TENGAH
Jalan menuju Genius
1. Apa itu “midbrain†(mesencephalon) dan apa tujuan mengaktifkan otak tengah?
Otak tengah adalah jembatan untuk menghubungkan dan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Mengaktifkannya akan memungkinkan baik otak kiri maupun kanan berfungsi secara normal. Pengaktifan otak tengah mengembalikan kekuatan otak pada keadaan semulanya.
2. Apakah manfaat dari pengaktifan otak tengah?
Ketika otak tengah diaktifkan , anak anda akan memiliki akses yang mudah ke baik otak kiri maupun kanan. Dengan akses mudah ini, mereka akan belajar, membaca dan mengahafal benda-benda dalam kecepatan yang lebih cepat dan dengan demikian meningkatkan keyakinan, minat dan konsentrasi mereka dalam belajar.
3. Apakah tujuan dari penutupan mata dengan kain?
Dapat melihat ketika mata ditutup merupakan fenomena bagi mereka yang otak tengahnya telah diaktifkan.Oleh karenanya BFR adalah cara untuk membuktikan kepada orang tua bahwa otak tengah telah diaktifkan.
4.Bagaimana kursus dilaksanakan?
GMC tidak menggunakan kekuatan supernatural, meditasi dan hipnosis di dalam kelas. Kursus murni pendidikan secara alami.Murid harus bekerjasama untuk memperoleh manfaat darinya. Dalam 1 ? hari materinya adalah:a) Bagaimana masuk ke dalam “Keadaan Genius†dari pembelajaran.b) Pengaktifan otak tengahc) Menggunakan BFRd) Pembinaan keyakinan dan meningkatkan konsentrasie) Membaca cepat dan konsep pemetaan otak dasar.
5. Apakah orang tua diperbolehkan selama kursus?
Murid-murid perlu memberikan konsentrasi dan perhatian penuh dalam kelas. Oleh karenanya, orang tua tidak diijinkan di dalam kelas untuk mengurangi gangguan terhadap anak-anak. Orang tua diundang untuk menghadiri “brifing†pada akhir sesi pada hari kedua.
6. Apakah manfaat mengikuti Metode “Blindfold Reading�
Sebagian besar anak-anak mengalami peningkatan dalam ingatan, konsentrasi, kreativitas, persepsi dan stabilitas emosi.Ketika mereka tumbuh, hormonnya akan seimbang dan memiliki kesehatan yang baik.
7. Apa peranan orang tua dalam BFR?
Orang tua harus mengarahkan dan mendorong anak-anak mereka untuk latihan selama 10-15 menit tiap hari. Mereka harus positif, mendorong dan melakukan latihan untuk waktu yang menyenangkan bersama. Kebahagiaan merupakan kunci untuk pengaktifan otak tengah. Ini penting untuk dicatat bahwa anak-anak mereka telah latihan sebelum belajar. Latihan BFR akan menjadi kegiatan sepanjang hidup sebab ini jalan menuju genius.
8. Apakah otak tengah ditutup setelah kegiatan?
Untuk mencegah agar otak tengah tidak tertutup, anak-anak membutuhkan latihan 10-15 menit sekurang-kurangnya tiga kali seminggu. Paling baik latihan tiap hari, seperti persiapan latihan sebelum belajar. Bahkan ketika anak-anak masuk universitas, mereka perlu melakukan hal yang sama. Ini tugas sepanjang hidup untuk melatih otak tengah agar tetap aktif.
Apa itu “Blindfold Reading Method?â€
“Blindfold Reading Method†merupakan cara yang didisain untuk mengaktifkan kemampuan otak tengah dan kemampuan otak tengah yang dapat menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan.
Pangujian Standar Blindfold Method
Selesai kursus 1 ? hari, anak kita akan diuji dengan menutup mata mereka untuk “melihat†dan “membaca†tanpa menggunakan mata telanjang. Ini adalah karena setelah otak tengah diaktifkan satu fenomena akan terjadi yaitu anak-anak kita dapat “melihat†dan “membaca†walaupun mata mereka ditutup dengan kain. Latihan selanjutnya yaitu otot-otot mata dan tangan akan mengaktifkan lagi kemampuan seperti semula. Anda hanya perlu melatih anak-anak anda selama 15 menit saja setiap hari.
Manfaat “Blindfold Reading Methodâ€
Banyak ilmuwan telah memberikan penjelasan teori tentang fungsi-fungsi otak kiri dan otak kanan. Menurut penyelidikan yang mutakhir, manusia yang otak kanan dominan akan memproses informasi dan bereaksi dengan cara yang berlainan.Kebanyakan teori mengataka bahwa siapa saja yang otak kanannya dominan akan bersifat emosional dan bertindak dengan mengikuti perasaan, suka menghayal. Apabila otak kiri yang dominan akan bereaksi secara lebih logis. Murid-murid yang otak kirinya dominan akan menunjukan sifat yang lebih teratur. Mereka akan menganalisa informasi serta memprosesnya secara teratur.Selain dari pada itu, murid-murid yang otak kirinya dominan lebih ber-hati-hati dan mengikuti peraturan, menunjukkan kemampuan yang kuat dalam matematik dan ilmu serta dapat menjawab persoalan dengan cepat.Dengan demikian , kepribadian seseorang itu akan ditentukan oleh jenis dominan otak kita.
Bagaimanakah dengan pelajar yang otak tengahnya dominan?
Mereka akan menunjukkan sifat yang seimbang antara otak kiri dan otak kanan. Maka, kemampuan “otak tengah merupakan rahasia menuju sukses.†Otak tengah berfungsi seperti pusat kendali untuk otak kiri dan otak kanan dan kemampuan seperti semulanya dapat menonjolkan lagi kehebatan otak manusia.
Keistimewaannya adalah:
a) Meningkatkan kemampuan pengingatan
b) Dapat mendorong perhatian
c) Kreatif
d) Mengimbangkan hormone
e) Kestabilan emosi
Menutup mata murid-murid hanyalah untuk menunjukkan bahwa otak tengah seorang murid telah diaktifkan. Tujuan kami bukanlah menutup mata. Menutup mata hanya tahap pertama dimana murid-murid itu belajar konsentrasi. Murid-murid tidak perlu membalut mata apabila telah mencapai tahap yang tinggi.
OTAK TENGAH Menurut Kajian Sarlito Wirawan Sarwono (Guru Besar Fakultas Psikologi UI) = 3jan 2011
Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang berfungsi sebagai relay station untuk penglihatan dan pendengaran. Dia juga mengendalikan gerak bola mata. Bagian berpigmen gelapnya yang disebut red nucleus (inti merah) dan substantia nigra juga mengatur gerak motorik anggota tubuh. Karena itu kelainan atau gangguan di otak tengah bisa menyebabkan parkinson.
Untuk keterangan lebih lanjut silakan berkonsultasi dengan dokter.
Namun, yang jelas, otak tengah tidak mengurusi inteligensi, emosi, apalagi aspek-aspek kepribadian lain seperti sikap, motivasi, dan minat. Para pakar ilmu syaraf(neuroscience) Richard Haier dari Universitas California dan Irvineserta Rex Jung dari Universitas New Mexico, Amerika Serikat, menemukan bahwa inteligensi atau kecerdasan yang sering dinyatakan dalam ukuran IQ tidak terpusat pada satu bagian tertentu dari otak, melainkan merupakan hasil interaksi antar beberapa bagian dari otak.
Makin bagus kinerja antar bagian- bagian otak itu, makin tinggi tingkat kecerdasan seseorang (teori parieto-frontal integration). Di sisi lain, pusat emosi terletak di bagian lain dari otak yang dinamakan amygdala, tak ada hubungannya dengan midbrain. Sementara itu aspek kepribadian lain seperti minat dan motivasi lebih merupakan aspek sosial (bukan neurologis) dari jiwa, yang lebih gampang diamati melalui perilaku seseorang ketimbang dicari pusatnya di otak.
Sampai dengan tahun 1980-an (bahkan sampai hari ini) masih banyak yang percaya bahwa keberhasilan seseorang sangat tergantung pada IQ-nya. Makin tinggi IQ seseorang akan makin besar kemungkinannya untuk berhasil. Itulah sebabnya banyak sekolah mempersyaratkan hasil tes IQ di atas 120 untuk bisa diterima di sekolah yang bersangkutan. Namun, sejak Howard Gardner menemukan teori tentang multiple intelligence (1983) dan Daniel Goleman memublikasikan temuannya tentang Emotional Intelligence (1995), maka para pakar dan awam pun tahu bahwa peran IQ pada keberhasilan seseorang hanya sekitar 20–30% saja.
Selebihnya tergantung pada faktor-faktor kepribadian lain seperti usaha, ketekunan, konsentrasi, dedikasi, kemampuan sosial. Walaupun begitu, beberapa bulan terakhir ini, marak sekali kampanye tentang pelatihan otak tengah.
Bahkan rekan saya psikolog psikolog muda ada yang bersemangat sekali mengampanyekan otak tengah sambil mengikutsertakan anak-anak mereka kepelatihan otak tengah yang biayanya mencapai Rp3,5 juta/anak (kalau dua anak sudah Rp 7 juta, kan) hanya untuk dua hari kursus.
Hasilnya adalah bahwa anak-anak itu dalam dua hari bisa menggambar warna dengan mata tertutup. Wah, bangganya bukan main para ortu itu. Mereka pikir setelah bisa menggambar dengan mata tertutup, anak-anak mereka langsung akan jadi cerdas, bisa konsentrasi di kelas, bersikap sopan santun kepada orang tua, bersemangat belajar tinggi, percaya diri, dan sebagainya seperti yang dijanjikan oleh kursus-kursus seperti ini.
Mungkin mereka mengira bahwa dengan menginvestasikan Rp3,5 juta untuk dua hari kursus, orang tua tidak usah lagi bersusah payah menyuruh anak mereka belajar (karena mereka akan termotivasi untuk belajar sendiri), tidak usah membayar guru les lagi (karena otomatis anak akan mengerti sendiri pelajarannya), dan yang terpenting anak pasti naik kelas, malah bisa masuk peringkat. Inilah yang saya maksud dengan “berbahaya” dari tren yang sedang berkembang pesat akhir-akhir ini.
Untuk orang tua yang berduit, uang sebesar Rp3,5 juta mungkin tidak ada artinya. Namun, kasihan anaknya jika ternyata dia tidak bisa memenuhi harapan orang tuanya. Selain bisa menggambar dengan mata tertutup (sebagian hanya berpura-pura bisa dengan mengintip lewat celah penutup mata dekat hidung), ternyata dia tidak bisa apa-apa.
Konsentrasi tetap payah, motivasi tetap rendah, dan emosi tetap meledak-ledak tak terkendali. Pasalnya memang tidak ada hubungannya antara otak tengah dengan faktor faktor kepribadian itu.
Namun, orangtua sepertinya tidak mau tahu. Dia sudah membayar Rp3,5 juta dan sudah mendengarkan ceramah Dr David Ting, pakar otak tengah dari Malaysia itu.
Kata Dr Ting, anak yang sudah ikut pelatihan otak tengah bukan hanya jadi makin pintar, tetapi jadi jenius. Karena itu nama perusahaannya juga Genius Mind Corporation. Malah bukan itu saja. Menurut Dr Ting, anak yang sudah terlatih otak tengahnya bisa melihat di balik dinding, bisa melihat apa yang akan terjadi (seperti almarhumah Mama Laurenz), bahkan bisa mengobati orang sakit. Ya, itulah yang dijanjikannya dalam iklan-iklan Youtube-nya di internet. Dan dampaknya bisa dahsyat sekali karena angka KDRT pada anak bisa langsung melompat naik gara-gara banyak anak dicubiti atau dipukuli pantatnya sampai babak-belur oleh mama-mama mereka sendiril antaran tidak bisa melihat di balik tembok, meramal atau mengobati orang sakit.***
Untuk menyiapkan tulisan ini, saya sengaja menelusuri nama David Ting di Google. Ternyata ada puluhan pakar di dunia yang bernama David Ting dan David Ting yang menganjurkan otak tengah ini ternyata bukan pakar ilmu syaraf, kedokteran, biologi, atau psikologi. Dia disebutkan sebagai pakar pendidikan dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syaraf (neuroscience).
Maka saya ragu akan ilmunya. Apalagi saya hanya mendapati beberapa versi Youtube yang diulang-ulang saja, beberapa tulisan kesaksian, dan cerita-cerita yang sulit diverifikasi kebenarannya. Saya pun lanjut dengan menelusuri jurnal-jurnal ilmiah online, siapa tahu tulisan-tulisan ilmiahnya sudah banyak, tetapi saya belum pernah membacanya. Namun hasilnya juga nol.
Maka saya makin tidak percaya.
Saya yakin bahwa teori David Ting tentang otak tengah hanyalah pseudo-science atau ilmu semu karena seakan-akan ilmiah, tetapi tidak bisa diverifikasi secara ilmiah. Sama halnya dengan teori otak kanan-otak kiri yang juga ilmu semu atau astrologi atau palmistri (membaca nasib orang dengan melihat garis-garis telapak tangannya). Masalahnya, astrologi dan palmistri yang sudah kuno itu tidak merugikan siapa-siapa karena hanya dilakukan oleh yang mempercayainya atau sekadar iseng-iseng tanpa biaya dan tanpa beban apaapa. Kalau betul syukur, kalau salah yo wis.
Lain halnya dengan pelatihan otak tengah dan dulu pernah juga populer pelatihan otak kanak-otak kiri. Bahkan, saya pernah memergoki, di sebuah gedung pertemuan (kebetulan saya ke sana untuk keperluan lain), sebuah pelatihan diselenggarakan oleh sebuah instansi pemerintah yang judulnya “Meningkatkan Kecerdasan Salat”. Semuanya dijual sebagai pelatihan dengan biaya (istilah mereka“biaya investasi”) yang mahal. Ini sudah masuk ke masalah membohongi publik, sebab mana mungkin dengan satu pelatihan selama dua har iseorang anak bisa disulap menjadi jenius yang serbabisa, bahkan bisa melihat di balik dinding seperti Superman.
Lagipula, apa hubungannya antara menggambar dengan mata tertutup dengan jenius?
Einstein, Colombus, Thomas Edison, Bill Gates, Barack Obama, dan masih banyak lagi adalah kaum jenius tingkat dunia, tetapi tak satu pun bisa menggambar dengan mata tertutup.
Teori otak tengah sudah jelas penipuan. Dengan berpikir atau bertanya sedikit, setiap orang bisa tahu bahwa ini adalah penipuan.
Namun orang Indonesia itu malas bertanya dan ingin yang serba instan. Termasuk kaum terpelajar dan orang berduitnya. Jadi kita gampang sekali jadi sasaran penipuan.
Inilah menurut saya yang paling memprihatinkan dari maraknyakasus otak tengah ini.
(*)SARLITO WIRAWAN SARWONOGuru Besar Fakultas Psikologi UI *********************
Hidup tidak pernah membatasi, tapi kita lah yang selalu membatasi hidup. Ayat-ayat Allah tidak dibatasi oleh kitab-kitab suci atau pun Hadist,tetapi kita lah yang selalu membatasi ayat-ayat Allah. Tak ada Ilmu mengenal Allah sebaik Ilmu Rasa, maka belajarlah Ilmu Rasa (Tasawuf)!
CARA MELATIH OTAK TENGAH
Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, AS, pernah meneliti otak tikus. Mereka menemukan, otak tikus tumbuh sebesar 4 persen saat mereka dipaksa menjalankan tugas mental setiap hari, misalnya mencari jalan keluar dari lorong yang berliku, memanjat tangga, dan bersosialisasi dengan tikus lain.
Nah, otak tikus saja bisa dilatih untuk tumbuh, apalagi otak manusia. Makin dilatih, otak kita pasti kian tajam. Kehilangan daya ingat dalam jumlah tertentu pada usia berapa pun adalah wajar, sama seperti terjadinya perubahan pada organ tubuh lain. Yang penting, jangan malas untuk rajin melatih otak kita agar daya ingat tetap kuat sepanjang masa.
ni caranya:
1. Latih kemampuan mengamati. Perhatikan lingkungan sekitar. Rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat, mulai dari yang paling sederhana dan diteruskan dengan observasi yang lebih rumit.
2. Asah indra. Bisa dilatih dengan membedakan rasa makanan yang disukai dan yang tidak. Menyadari bau dan aroma di sekitar atau bunyi-bunyian yang ada di jalan atau mungkin rasa panas atau dingin udara di sekitar Anda.
3. Hafalkan nama teman-teman dan pasangkan nomor teleponnya. Ada berapa yang bisa diingat? Latih supaya bisa mengingat lebih banyak.
4. Pelajari sesuatu yang baru. Banyak membaca dan berkenalan dengan hal-hal lain yang mungkin bukan bidang Anda, bisa bahasa asing, pengetahuan tentang komputer, dan lain-lain.
5. Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak. Misalnya bermain gitar, mengetik tanpa melihat tuts, mengerjakan prakarya dari kayu, atau berlatih menulis halus.
6. Tekuni hobi. Gunakan kesempatan untuk mengembangkan hobi Anda.
7. Pelajari dan hafalkan tanggal-tanggal penting, menyangkut anggota keluarga, teman, atau perayaan tertentu.
8. Hafalkan sesuatu yang Anda sukai. Bisa jadi itu puisi, lagu, kalimat dari sebuah buku atau kata-kata seseorang. Sebisa mungkin usahakan agar kalimat yang digunakan adalah bahasa asing.
9. Latihan menghafal urutan angka berderet panjang, misalnya 32145687390282930498. Ini adalah bentuk latihan memperbaiki daya ingat jangka pendek. Lakukan dengan mengelompokkan atau memecah bilangan itu menjadi beberapa bagian, misalnya 3214568 kemudian 7390282 dan terakhir 930498.
10. Ingat perjalanan pribadi. Apa yang sedang Anda kerjakan satu jam lalu, minggu lalu pada hari Rabu pukul 10.00, misalnya. Dengan siapa, di mana, dan seterusnya.
11. Ingat dan teliti ulang pengeluaran harian. Apa yang Anda beli kemarin? Berapa uang yang ada dalam dompet Anda sekarang? Kapan Anda terakhir mengambil uang tunai, dan seterusnya.
Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat.

Comments
Post a Comment