Ayo kupas mitos bank ghoib


sampai saat ini masih saja banyak orang tertipu dengan modus “Bank Ghoib” bagi orang-orang yang ingin mencari jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan yang berlimpah secara instan.
kondisi negara saat ini yang benar-benar parah dan sangat memprihatinkan, sehingga dimanfaatkan sebaik-baiknya para oknum yang mencari keuntungan.
bank ghoib dengan cara mengeluarkan uang dari alam ghoib adalah langkah-langkah syaithon yang mustahil bisa terjadi.
kalaupun ada yang benar-benar pernah mengalami kejadian tersebut pastilah itu hanya trik atau sihir yang tak bisa memberikan manfaat untuk kehidupan.
berikut daftar kerugian bagi penempuh ritual bank ghoib:
1. kerugian materi yang digunakan untuk
a- uborampe ritual menyan,kembang, minyak khusus yang harganya jutaan.
b- mahar untuk dukun yang sampai puluhan juta.
2. kerugian waktu
3. kerugian nonfisik seperti digigit nyamuk dan ular sewaktu ritual didalam goa.
4. melakukan perbuatan yang menyimpang dari norma agama.
5. terjangkit penyakit jiwa
Kecerdasan Qalbu
Jika kekuatan yang mendorong kecerdasan dalam dunia usaha abad ke-20 adalah IQ, maka berdasarkan bukti-bukti yang makin banyak di penghujung abad ke-21, yang akan lebih berperan adalah Emotional Intelligence dan bentuk-bentuk kecerdasan praktis serta kreatif yang terkait. (1)
Serangkaian studi telah membuktikan bahwa orang yang secara intelektual cerdas seringkali bukanlah orang yang paling berhasil dalam bisnis maupun dalam kehidupan pribadi mereka. (2)
Sementara itu para ahli sejarah Islam selalu menyatakan bahwa kemunduran peradaban Islam adalah karena ummat Islam meninggalkan Al-Qurán.
Lalu, adakah keterkaitan antara Al-Qurán dan Emotional Intelligence.
Emotional Intelligence
Emotional Intelligence mencatat empat landasan utama yang akan membangun kecedasan emosi ini:(3)
Kesadaran Emosi, untuk membangun tempat kedudukan bagi kepiawaian dan rasa percaya diri pribadi melalui kejujuran emosi, energi emosi, umpan balik emosi, emosi, intuisi, rasa tanggung jawab, dan koneksi.
Kebugaran Emosi, mempertegas kesejatian, sifat dapat dipercaya, keuletan, memperluas kepercayaan dan kemampuan untuk mendengarkan, mengelola konflik, dan mengatasi kekecewaan dengan cara paling konstruktif.
Kedalaman Emosi, mengeksplorasi cara-cara menyelaraskan hidup dan kerja dengan potensi serta bakat unik insan dan mendukungnya dengan ketulusan, kesetiaan pada janji, dan rasa tanggung jawab yang pada gilirannya akan memperbesar pengaruh pribadi tanpa mengobral kewenangan.
Alkimia Emosi, memperdalam naluri dan kemampuan kreatif untuk mengalir bersama masalah-masalah dan tekanan-tekanan, dan bersaing demi masa depan dengan membangun keterampilan untuk lebih peka akan adanya kemungkinan-kemungkinan solusi yang masih tersembunyi dan peluang yang masih terbuka.
Emotional Intelligence dan Qalbu
Diluar Jasad (tubuh), Hayat (nyawa/bio energi), dan Hawa (dorongan keinginan) yang menjadi unsur utama pembentuk manusia, manusia juga memiliki RUH yang ditiupkan Allah kepadanya. RUH sebagai kemampuan memahami pelajaran/konsep yang secara ringkas disebut sebagai kesadaran yang bisa berupa:
Kesadaran Intelektual-Rasional (IPTEK),
Kesadaran Etis-Moral (HUKUM) ,
Kesadaran Estetis-Artistik (SENI),
Kesadaran Relijius-Transcendental (IMTAQ).
Didalam Al-Qurán dan Al-Hadits tidak disebutkan bahwa binatang dan tumbuhan memiliki RUH, karenanya mereka tidak memiliki intelektual, moral, seni, maupun iman. Bahwa mereka bisa hidup hal itu disebabkan oleh hayat yang menjadi bagian dari biologi mereka.
Dalam Al-Qurán surat 8:24; QS26:88-89; QS22:46, dinyatakan bahwa sentral daripada RUH adalah QALBU.
Fungsi Qalbu
Dalam Al-Qurán disebutkan bahwa Qalbu berfungsi untuk: (4)
Mengaqal (22:46) ,
Memahami (7:179),
Mengobservasi (7:179) ,
Mengimani (5:41 dan 39:45) ,
Merasa (2:260; 40:35; 57:16),
Merenungkan/dzikir (50:37; 43:36)
Didalam Qalbu tersimpan:
Fitrah Allah (Sifat/Ilmu/Qudrat) QS30:30,
Format ke Allah an,
Ilham (QS91:7-8),
Bibit Iman/Kesaksian Iman (QS7:172).
Dari uraian diatas, jelas dapat disimpulkan bahwa Emotional Intelligence sesungguhnya bersumber dari kecerdasan Qalbu. Sifat-sifat dan fungsi yang ditunjukkan oleh Qalbu menunjukkan sifat dan fungsi yang ditunjukkan oleh Emotional Intelligence. Hanya satu yang tidak disebutkan dalam Emotional Intelligence, yaitu Bibit Iman, kesadaran Relijius-Transcendental.
Membangkitkan Kecerdasan Qalbu
untuk memiliki kecerdasan Qalbu perlulah kita menyadari dengan kesadaran supra, yaitu kesadaran sejati ataubisa disebut dengan kesadaran pribadi tinggi (kesadaran Ruh).
untuk aplikasi pembangkitan kecerdasan qalbu silakan ikuti pelatihan super kami.
Memelihara dan Meningkatkan Kecerdasan Qalbu
Dalam QS8:24, Allah menyatakan bahwa Qalbu merupakan penghubung antara manusia dengan Allah. Namun Allah juga menyatakan bahwa Qalbu menghadapi beberapa masalah, yaitu kecenderungan untuk:
Mengeras (QS2:74),
Tertutup (QS42:24),
Sakit (QS2:10),
Buta (QS22:46),
Terjungkir-balik (QS24:37),
Gersang (QS3:159)
maka perlulah untuk selalu dijaga dengan teknik2 khusus yang dijelaskan pada pelatihan kemampuan super.
seseorang yang sudah melaksanakan ibadah namun mendapatkan gangguan dari jin / Syaithon, mengapa bisa terjadi ?
22 Oktober 2010
frekuensi ibadah dapat dijadikan sebagai tanda tingkat ketaqwaan seseorang, namun
tidak berarti jin, terutama iblis tinggal diam terhadap orang yang alim. Kata ulama,
semakin alim tingkat kesalehan seseorang, maka semakin alim dan berambisi pula iblis
yang mau mengganggunya. Tapi ingat!, gangguannya tidak bersifat real, lebih berupa
dorongan atau bisikan untuk melakukan perbuatan tidak baik. Oleh sebab itu, jika kita
merasakan ada dorongan kepada hal-hal yang tidak baik, sebetulnya kita sedang diganggu
iblis, maka cepat-cepatlah beristigfar untuk mengingat Allah.
Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa ibadah dapat membuat pelakunya menjadi tenang,
terhindar dari perbuatan yang tidak baik. Tetapi, ketenangan itu secara psikologis tidak
dapat dipisahkah dari imajinasi, dan halusinasi yang yang diciptakan sendiri oleh
individu yang bersangkutan. Besar kemungkinan orang yang beribadah dan masih takut atau
diganggu iblis/jin, karena dia selalu waswas. Atau kehadiran dirinya di sisi Allah pada
saat beribdah lebih bersifat formalistik, tidak diikuti dengan kehadirian jiwa, iman,
dan kepercayaan utuh bahwa Allah akan selalu menjaga kita. Oleh sebab itu, sebaiknya,
dalam beribadah seperti yang ditekankan banyak ustadz, agar kita memupuk rasa kedekatan
diri dengan Allah agar kita selalu merasa dijaga oleh-Nya, dan agar kita merasa aman
dari segala gangguan jin/iblis.

Lapisan kesadaran manusia
21 Oktober 2010
Sesungguhnya manusia memiliki beberapa lapis kesadaran yaitu:
1. kesadaran fisik (conciousnes)
2. Kesadaran jiwa(bawah sadar)
3. Kesadaran ruh/pribadi tinggi (supra sadar)
Keterangan
KESADARAN FISIK
Kesadaran fisik atau pikiran atau conciousnes adalah kesadaran yang dikenal dalam kehidupan sehari. kesadran yg ditimulkan atas adanya sel-sel otak kita dalam ragka bertahan dalam hidup berkembangbiak dan berinteraksi lengkap dengan semua emosi-emosi rendahnya pada tingkat kesadaran ini kebanyakan informasi harus disiman secara sadar pada kebanyakan orang kesadaran ini adalah kesadaran satu-satunya yg dikenal sejak lahir hingga meninggal dunia.
sudah tentu kesadaran ini akan lenyap bersamaan matinya tubuh.
KESADARAN JIWA(BAWAH SADAR)
Kesadaran jiwa(bawah sadar) atau subconscious adalah kesadaran yg jauh lebih tinggi daripada kesadran fisik. tingkat kesadran ini disebut juga kesadaran bawah sadar karena kesadaran ini bekerja secara bawah sadar. semua informasi secara otomatis akan disimpan. keberadaan informasi yg lebih lengkap ini sebenarnya telah lama dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. kesadaran ini akan masih tersimpan setelah tubuh fisik kita mati.
kesadran jiwa merupankan perantara kesadran fisik dengan kesadaran roh.
KESADARAN ROH/PRIBADI TINGGI (SUPRA SADAR)
merupakan identitas sejati setiap manusia tapi sayangnya kebanyakan manusia belum menyadari akan kesadaran ini. dan yg paling banter hanya sebatas kesadran jiwa(bawah sadar)
TERAPI DO’A UNTUK KESUKSESAN, KEKAYAAN, KESEHATAN DAN SEMUANYA
suatu kemampuan yang sangat luar biasa pada diri manusia adalah kemampuanya berhubungan dengan Allah yang tidak dimiliki oleh makhluk manapun termasuk malaikat. tidak sebatas berhubungan saja, namun manusia ini diberikan Allah untuk berdoa agar Allah melakukan seperti apa yang kita minta kepada Allah bahkan Allah tidak sekedar mengabulkan doa kita tapi juga memilihkan mana mana yang terbaik untuk kita. sungguh ini karunia yang sangat besar yang dimiliki oleh kita manusia ini. Fasilitas ini sudah terang terang dijelaskan Allah dan di nyatakan Allah bahwa “berdoalah kepada Ku maka Aku Kabulkan” , suatu pernyataan yang yang tercantum dalam al Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Allah tidak akan berbohong dan Allah tidak akan “tidak menepati janjinya’ , kita pun faham bahwa Quran benar, tidak mungkin salah.
sekarang marilah kita gunakan fasilitas dari Allah ini untuk terapi misalnya untuk penyembuhan  baik itu sakit fisik atau pun psikis. cara nya sangat sederhana… yang pertama adalah berakrab akrab dengan Allah ketika berakrab akrab itu tundukkan hati kita sehingga kita benar benar bersikap dengan baik kepada Allah. ketundukkan ini akan membuat kita merasa lebih dekat jalinlah keakraban dengan Allah sekali lagi dengan ketundukan. biasanya dari ketundukan ini akan muncul ketenangan dan kekuatan, seperti jika kita berada di dekat orang kaya , atau teman akrab kita orang kaya maka kita tenang dan enjoy pasti nanti saat makan siang kita akan di belikan makanan. dengan Allahpun demikian.
setelah tahap pertama tadi sudah kita lakukan yang kedua adalah minta apa yang kita perlukan atau butuhkan. minta kepada Allah apa apa yang menjadi masalah kita, ketika kita mendapatkan masalah maka mintakan penyelesaiannya kepada Allah (jangan menolak masalah) tapi mintalah penyelesaiannya misalnya dengan “berilah saya kesabaran ya Alah terhadap masalah ini”, berilah kekautan ya allah menghadapi masalah ini” dst.  minta ini penting sebab syaratnya adalah MIntalah kepada Ku maka …. jadi kita harus Minta.
setelah minta syarat yang kedua adalah  menyadari bahwa Allah sedang memproses apa yang kita minta tadi, pada tahap ini perluas kesadaran kita bahwa terkabulnya doa melalui proses alam semesta. maka menjadi syarat utama dalah tahap ini adalah bersabar karena proses sedang berjalan dan syarat kedua iringilah dengan solat karena solat akan mempercepat proses pengabulan doa kita yang sedang diciptakan Allah.
yang terakhir untuk mengunci dan mempercepat akselerasi terwujudnya doa kita adalah dengan bersyukur kepada Allah setiap waktu setiap detik dan setiap saat. tidak waktu tanpa bersyukur, tidak detika tanpa bersyukur, tidak saat tanpa bersyukur. semua dengan kesyukuran kita kepada Allah. dampak dari syukur ini magnet “atraction” untuk doa yang kita panjatkan akan menarik lebihkuat dan lebih cepat. pada orang yang sakit jika mau bersyukur maka proses kesembuhan akan lebih cepat dan lebih kuat.
jadi ada 3 hal dalam terapi doa ini pertama adalah minta kesembuhan kepada Allah, yang kedua adalah sabar karena proses penyembuhan sedang berlangsung, dan yang terakhir adalah bersyukur berterimakasih kepada Allah karena Allah telah menciptakan proses kesembuhan kita.
namun sebagai manusia kita kadang jarang menggunakankemampuan kita dan menggunakan fasilitas yang diberikan Allah dengan benar sehingga fasilitas ini tidak kita gunakan dan manfaatkan sebaik baiknya


Comments